Kurangi bau busuk dari coolant pendingin mesin frais, bubut dan grinding!

Sebagian besar masinis atau teknisi akan senang proses kerja dengan cairan pemotongan berkualitas tinggi yang baru saja dipakai. Namun jika tidak dirawat atau dibersihkan, lama kelamaan cairan cutting atau coolant yang tergolong “baru” juga bisa menimbulkan bau busuk. Lalu bagaimana cara mengurangi bau busuk dari cairan pendingin mesin?

1. PERIKSA SITUASI SIRKULASI COOLANT UNTUK BUBUT & FRAIS 

Cairan coolant untuk permesinan memang ada banyak tipenya, yang kita bahas disini mencakup cairan coolant untuk mengurangi atau mengatur suhu suatu sistem pemotongan dan permesinan. Pendingin cair untuk permesinan yang ideal memiliki kapasitas termal yang tinggi, viskositas rendah, biaya rendah, tidak beracun saati disentuh, inert secara kimiawi dan tidak menyebabkan atau menyebabkan korosi pada sistem pendingin.

Cairan pendinginan untuk kegunaan pemotongan tentu berbeda cara kerjanya dengan cairan radiator yang sirkulasinya tertutup.Cairan pendingin untuk permesinan atau Coolant untuk frais maupun bubut digunakan pasti terbuka dan terpapar udara lingkungan. Oleh karena itu, kondisi perangkat sirkulasi dengan sistem manajemen pembuangannya memang diperlukan untuk semua jenis pemotongan industri. Sirkulasi udara yang baik juga mempengaruhi kelembaban ruang kerja. Akan tetapi seringkali kebocoran pada selang, pompa dan seal yang getas menyebabkan genangan air coolant dibengkel. Genangan cairan coolant itu diperparah dengan sirkulasi udara dan udara panas yang dihasilkan oleh mesin serta bau minyak gemuk yang terbakar. Tentu saja hal tersebut bisa dihindari dengan perencanaan ruang kerja yang tepat dan perawatan yang rutin.

Solusi sirkulasi coolant di mesin bisa dimulai dengan penggunaan pompa dan filter chip berbahan tembaga. Laju debit cairan coolant yang sesuai untuk membawa cairan pemotongan lama kembali ke reservoir juga perlu diperhatikan agar tidak ada tekukan mati. Bila memungkinkan anda perlu memodifkasi mesin kerja yang sudah ada dengan tambahan perkakas sirkulasi coolant yang lebih cocok. Saat air pendingin bekas pakai masuk media filter menyaring serpihan chip keluar dari baki pendingin, bahan aktif Tembaga di filter menjadi bahan antibakteri alami. Jadi jika anda punya dana tahap improvement atau mengembangkan usaha atau ingin meningkatkan kapasistas produksi, sebaiknya perlu juga mempertimbangkan budget untuk penggunaan pompa coolant dan filter Chips dari tembaga dengan debit cairan coolant yang sesuai, 

2. PERHATIKAN TOLERANSI KONSENTRAT YANG DIBUTUHKAN UNTUK PENGERJAAN MATERIAL

Secara pengemasan ada dua tipe coolant yang bisa dibeli, yaitu; tipe konsentrat yang perlu dicampur dengan air dan tipe ready-to-use yang sudah diformulasikan oleh pabrikan untuk langsung digunakan. Kedua tipe cairan coolant tersebut tentu memiliki parameter cara pakai yang berbeda. Tentu saja untuk mendapatkan performa yanhg konsisten, anda perlu mengunakan alat ukur dalam penakaran dan alat ukur untuk menentukan kekentalan. 

Gunakan air dengan kandungan PPM yang rendah sebelum mencampur dengan konsentrat coolant. Anda bisa mendapatkan air PPM rendah dengan menggunakan filter air dari keran air langganan atau memiliki bak pengendapan agar konsentrat zat aditif itu mengendap dan anda gunakan air dipermukaannya untuk pencampuran. Selain mampu menghasilkan permukaan potong yang lebih bersih, campuran air dan cairan coolant yang pas tentu bisa mencegah korosi pada material dan memperpanjang nilai ekonomis pisau potong frais, bor dan bahkan ragum vise yang digunakan!

Tangki pendingin mesin standar bawaan pabrikan mungkin tidak sesuai dengan lingkungan kerja anda, maka ada baiknya untuk menambah aksesoris pendinginan bermagnet agar Cairan coolant bisa bebas digunakan untuk sistem pendingin mesin secara kabut atau mist CNC.

3. PERIKSA BERKALA KONDISI CAIRAN COOLANT SAAT DAN SETELAH PENGGUNAAN 

Lingkungan kerja Indonesia yang tropis memang sangat rentan dengan pertumbuhan jamur dan bakteri yang membuat warnapun menjadi coklat, atau bahkan kehijauan!. Sama seperti tempe, tahu dan roti, fermentasi dan pertumbuhan mikrobiotik juga bisa tumbuh digenangan cairan coolant di mesin atau bahkan didalam drum Coolant tempat anda biasa simpan. Walaupun tidak nampak seperti jentik nyamuk, tapi muculnya gumpalan buih, perubahan warna tersebut akan muncul sebagai indikasi pertumbuhan biota tersebut. 

Seringkali perendaman coolant tidak difilter saat mesin tak digunakan, atau sering juga penggunaan cairan Coolant yang tak cocok dengan perangkat mesin anda. Umumnya ketika bau pendingin menjadi masalah hampir setiap hari, customer kami justru meningkatkan konsentrasinya larutan coolant tersebut atau menambahkan bahan parfum laundry. Kebiasaan ini sebenarnya kurang tepat. Bau tersebut memang hilang sesaat, namun malah menjadi sangat parah ketika kelembapan ruangan kerja meningkat sehingga staf harus terus-menerus membuang cairan pendingin, terkadang setiap minggu. Jika lingkungan kerja anda ventilasinya kurang baik karena ruang cleanroom tertutup, ada baiknya anda mempertimbangkan pengunaan cairan coolant yang berbasiskan minyak nabati alami.

Jika organisme bakteri/jamur tidak punya apa-apa untuk dimakan, mereka tentu tidak bisa tumbuh. Tempat pembuangan cairan pendingin juga harus dijadwal kapan dikuras habis dari pompa dan diganti dengan air bersih. Mesin ini ibaratnya sudah duduk selama berminggu-minggu dan sirkulasi cairan coolant pendinginan tidak ada. Hal ini pasti memungkinkan jamur tumbuh dan kemudian bakteri masuk untuk memakan jamur dengan bau busuk yang mengerikan. Sebenarnya hal ini bisa kita akali dengan memasang mesin aerator yang biasanya digunakan pada akuarium. Hal ini dilakukan untuk memastikan komposisi mineral di air coolant ditangki tidak cepat mengendap dan turun kebawah. Umumnya jika bengkel mesin bekerja 8 jam/hari selama 90 hari untuk mesin penggunaan berat maka coolant mungkin perlu ditambah. Tetapi setiap 6 bulan sekali perlu dilakukan rutinitas flushing kuras total.

4. PAHAMI STANDAR KESELAMATAN DAN MANAJEMEN LIMBAH COOLANT

Dipasaran ada 3 tipe umum Coolant yang bisa dibeli, yaitu; tipe Coolant berbasiskan Oli dari minyak bumi yang tak larut dengan air, tipe Coolant Sintetik berbasiskan kombinasi kimia deterjen dengan logam berat yang larut denga air, dan tipe Coolant minyak nabati dari tumbuhan berminyak seperti kayu konifer yang juga larut dengan air. Yang membedakan dari ketiga tipe Coolant ini tentu dari penggunaan mesin, titik didih, Tingkat PH keasaman, dan Tingkat keamanan racun atau Lethal Dose yang menentukan standar manajemen limbah.

Secara umum, Air merupakan pendingin yang paling murah. Kapasitas panasnya yang tinggi dan biaya rendah membuatnya menjadi media perpindahan panas yang cocok. Biasanya digunakan dengan konsentrat mineral lain seperti senyawa garam, seperti penghambat korosi dan antibeku, dietilen glikol, atau propilen glikol) dalam air, digunakan saat pendingin berbasis air harus tahan terhadap suhu di bawah 0° C, atau ketika titik didihnya harus dinaikkan, terbuat dari sari tumbuhan murni, dan karena itu tidak beracun atau sulit dibuang secara ekologis.

Konsentrat coolant yang sudah dipadukan kemudian digunakan dalam proses penggilingan untuk mengurangi gesekan antara pahat dan penghilangan serpihan material. Seperti cutting tool yang sifatnya consumable, perawatan juga harus dilakukan untuk memastikan cairan pengerjaan logam melakukan fungsi vital yang diperlukan untuk memastikan pekerjaan dilakukan secara optimal dan aman.

Minyak emulsi dari TRUSCO buatan Jepang ini cocok untuk iklim tropis dan lembab karena mengandung ekstrak sulingan pohon jenis konifera alami dengan efek parfum sekaligus dengan titik didih yang tinggi dan membantu membersihkan serpihan dari material kerja.

5. PERIKSA KEKENTALAN COOLANT SESUAI DENGAN APLIKASI MESIN

Pendingin coolant akan membuat benda menjadi licin sehingga serpihan material yang dipotong tidak menempel dan bisa terbuang. Akan tetapi seiring waktu dan metode penggunaan, cairan pendingin itu menjadi “basi” dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Bau busuk ini bisa terjadi karena pengaruh bakteri maupun karena sirkulasi coolant dan media penampungnya yang tak bagus. Bakteri dapat memakan apa saja, sabun / larutan pembersih minyak, apa saja. Setidaknya apa pun yang berbasis karbon, yaitu segala sesuatu yang pernah hidup di bumi, misalnya minyak, batu bara, dll. Sebagian besar akan membutuhkan biosida / antimikroba untuk menghilangkan bakteri yang tidak terkendali. Mesin juga berbau karena terlalu banyak pertumbuhan jamur di saluran pendingin Anda. Hampir tidak mungkin menyingkirkan semua bakteri; jadi yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan keberadaannya.

Solusi mengganti jenis konsentrat coolant memang lebih murah dilakukan daripada memodifkasi mesin kerja yang sudah ada. Namun dengan tambahan perkakas sirkulasi coolant yang lebih cocok bisa saja mempertahankan kekentalan coolant saat dipakai. Agar dapat mencapai konsistensi penggantian coolant, maka anda memerlukan alat ukur kekentalan cairan yaitu Refractometer. Anda juga mesti mengetahui umur ekonomis Coolant yang anada pakai, misalnya tiap 1 minggu siklus penggantian atau warna Coolant yang tadinya putih kental sudah menjadi coklat.

Cairan coolant digunakan selama proses pemesinan tidak hanya untuk memberikan pendinginan tetapi juga pelumasan. Misalnya, mesin frais penggilingan CNC 3 sumbu akan memberikan data terperinci tidak hanya tentang jenis cairan pendingin yang dibutuhkan, tetapi juga tingkat konsentrasi cairan pendingin. Perhatikan proporsi yang mereka nyatakan dan hanya gunakan air deionisasi saat mencampur larutan pendingin, karena air deionisasi umumnya tidak korosif pada logam seperti aluminium dan baja. Oleh karena itu anda perlu menggunakan alat ukur kekentalan cairan agar bisa memastikan komposisi konsentrat yang tepat dan konsisten. Umumnya di kisaran 10-14% yang agak tebal cocok untuk material yang keras seperti opearasi milling dan bubut, jika butuh yang lebih kental misalnya untuk metode grinding, mungkin sekitar 8-10% saja.

Penggunaan Refraktometer digital akan mempermudah perkiraan kekentalan coolant disetiap siklus penggantian coolant.

6. DISIPLIN DALAM PENGUNAAN ALAT PENUNJANG KESELAMATAN KERJA

Di Indonesia memang belum ada paksaan wajib atau inspeksi mendadak dalam menerapkan standar keselamatan lingkungan kerja bengkel dari cairan kimia Coolant. Akan tetapi terlepas dari aturan wajib, bagi operator yang kerja lebih dari 8 jam dilingkungan yang sama tentu bau tersebut mengganggu konsentrasi kerja. Umumnya sama seperti bahan konsentrat kimia lain, penghirupan merupakan bentuk lain dari risiko paparan yang harus diwaspadai dilingkungan kerja bengkel bubut dan frais mesin. Proses pemesinan dapat melibatkan energi dan panas tingkat tinggi, dengan mudah mengubah cairan pendingin menjadi uap dan kabut yang mungkin terhirup. Ada pentingnya penggunaan alat pelindung tangan dan keberadaan wastafel cuci yang mengalir khusus untuk ruangan kerja bubut.

Kontak dengan cairan pendingin juga merupakan risiko sehari-hari yang dapat terjadi dalam beberapa cara. Yang paling jelas adalah dengan sentuhan saat menangani benda kerja, mengganti alat atau menguras cairan itu sendiri. Pendingin juga dapat dengan mudah terciprat ke operator selama proses pemesinan, membuat pemeliharaan selungkup dan penggunaan alat pelindung diri seperti pelindung wajah, baju terusan, dan pelindung tangan sangat penting untuk menjaga kontak kulit seminimal mungkin. Luka terbuka dan kulit rusak dapat menimbulkan risiko, serta kebersihan tangan yang buruk atau makan, minum, dan merokok saat bekerja.

Tentu saja penyimpanan coolant tipe water soluble atau larut dalam air harus dibedakan dengan tipe minyak yang tak larut. Bekerja dengan cairan pendingin secara benar dapat mengurangi risiko berkembangnya berbagai masalah kesehatan. Yang paling umum adalah iritasi kulit dan infeksi bakteri seperti dermatitis. Kondisi pernapasan seperti bronkitis dan asma juga merupakan peningkatan risiko bagi mereka yang menghirup uap dan kabut.

Saat operasional mesin gergaji, grinding, bor, frais maupun bubut, cairan coolant diperlukan agar hasil potong memiliki kualitas permukaan yang bagus. Material logam seperti besi karbon saat dipotong dengan kecepatan tinggi memang mudah terlempar, namun material lunak seperti Aluminium maupun logam besi alloy bisa sangat lengket dan akan cenderung menempel ke pisau bubut atau pisau frais. Cairan coolant membantu melepaskan serpihan ini agar hasil potong akhir menjadi bersih dan rapi.

KESIMPULAN

Cairan coolant pendingin sering menjadi masalah bagi banyak manufaktur teknik dan bengkel bubut, bahkan di lingkungan kerja yang punya ventilasi AC dan lebih dingin. Untuk perusahaan yang lokasi kerjanya di iklim tropis yang hangat dan lembab, masalah dengan masa pakai cairan coolant, bau pendingin, dermatitis, dan karat bisa sangat sulit untuk diatasi. Warna Coolant yang kecoklatan seperti berkarat menunjukkan bahwa mineral konsentrat penghambat karat pada cairan pendingin telah rusak dan tidak dapat lagi mengendalikan karat dan penumpukan kerak. Sistem harus dibersihkan / dibilas dan campuran pendingin 50/50 baru dipasang untuk mengembalikan integritas. Warna seperti susu menunjukkan keberadaan minyak yang mengalir konstan dan bersih didalam sistem. 

Jika Anda butuh bantuan dan saran tentang masalah mesin dan cairan pendingin, silahkan hubungi kami melalui melalui email : [email protected]

Semoga bermanfaat. Wassalam!


Sumber: Tim Kreatif Metalextra.com, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

Awalnya dipublikasikan pada13 Desember 2021 @ 12:10 pm

error: Alert: Content is protected!
%d blogger menyukai ini: