Menampilkan semua 6 hasil

Pengujian kerekatan atau Pengujian adhesi merupakan uji material coating pelapis dengan tujuan untuk mengetahui daya rekat cat atau coating pelapis pada material yang sudah diaplikasikan. Walaupun teknisi NDT sering mengklasifikasikan uji Adhesion tester sebagai ilmu Non-destruktif, dalam prinsipnya pengujian rekat ini justru merusak titik sebaran permukaan yang sudah dilapisi agar diketahui kekuatan ikatan antara substrat dan pelapis, atau antara lapisan pelapis yang berbeda atau kekuatan kohesif dari beberapa substrat. 

ADHESION TESTER ITU FUNGSINYA APA?

Adhesion dilakukan untuk prinsip kerja sampling. Setelah menentukan titik kritikal yang akan diuji, langkah berikutnya adalah menyesuaikan alat ukur dengan tipe material dan media Coatingnya.

Agar dapat bekerja dengan memuaskan, pelapis dan coating harus menempel pada substrat material tempat pelapisan diterapkan. Ada tiga prosedur uji adhesi yang berbeda untuk menilai ketahanan cat untuk terpisah dari substrat, yaitu;

  1. Cross-cut Tester; Uji tekan yang setidaknya dibuat dua potongan bersilang pada sudut 90 derajat untuk mendapatkan pola kisi sudut siku-siku. Area potong yang melintang tersebut lalu diamati untuk setiap kegagalan adhesi. Uji potong silang, juga digambarkan sebagai penetasan silang, menggunakan pisau untuk memotong lapisan ke substrat.
  2. Scrape Adhesion Test; Mengevaluasi daya rekat goresan menggunakan stylus atau loop yang diisi dengan peningkatan jumlah berat sampai lapisan digores dan dikelupas dari substrat.
  3. Pull-off Adhesion; Mengukur jumlah tegangan tarik untuk menarik lapisan dari substrat. Sebuah boneka direkatkan ke permukaan pelapis. Pull-Off Adhesion Gauge mengukur daya kekuatan dari kerekatan adhesif & diameter titik uji dari lapisan coating. Alat uji ini menarik paksa coating dari permukaan materialnya dengan menggunakan kombinasi tenaga rekatan dan tarikan tekan manual hidrolik.

METODE ADHESION TESTER BAGAIMANA?

Uji Pull-Off Adhesion juga bisa dilakukan untuk mengetes kekuatan lapisan waffer pada permukaan benda kerja komposit, permukaan cat maupun hasil chrome-plating dan uji kekuatan permukaan hasil glace maupun uji tahan perlakuan press maupun tarik (Pull-Push) dari efek “Flaking” atau lapisan yang mengelupas.

Pull-off test atau Stud Pull test dilakukan dengan sambungan perekat antara stud dan carrier (atau objek yang akan diuji) dengan menggunakan lem epoksi atau resin poliester, yang lebih kuat dari ikatan yang membutuhkan untuk diuji.

Gaya yang dibutuhkan untuk menarik stud dari permukaan, bersama dengan mata ukur “dolly” pembawa dicatat secara sampling. Peralatan pemuatan mekanis sederhana yang dioperasikan dengan tenaga otot tangan telah dikembangkan untuk tujuan ini.

Namun, untuk uji yang mirip prinsip Pull-off test atau Stud Pull test yang lebih kecil daya Newtonnya maupun lebih sempit permukaan uji materialnya, anda bisa menggunakan alat ukur Force Gauge yang harganya tentu jauh lebih murah.

PULL-OFF ADHESION STANDAR ITU APA?

Jika akurasi yang lebih tinggi diperlukan, pengujian dapat dilakukan dengan peralatan uji Bond tester yang menerapkan lem secara otomatis dan mengeringkan dengan sinar UV dalam mempercepat otomatisasi pengukuran. Metode uji ini juga dapat digunakan untuk mengukur kekuatan tarik langsung atau / dan kekuatan ikatan antara dua lapisan yang berbeda. Metode MIL-STD-883 2011.9 berlaku uji tarik ikatan destruktif dan uji tarik lepas chip 2031.1, serta JEDEC JESD22-B109. Coring parsial dapat digunakan, jika perlu, untuk menghilangkan efek kulit permukaan.

HARGA ADHESION TESTER BERAPA?

Menganalisis dan mendokumentasikan nilai ekonomis suatu pekerjaan coating maupun tingkat kegagalan secara sampling destructive ini juga dapat dilakukan dengan bantuan kamera kecepatan tinggi secara terus menerus (movie-loop) hingga kegagalan terdeteksi.

Pengujian rutin digunakan sebagai bagian dari prosedur inspeksi dan pemeliharaan untuk membantu mendeteksi potensi kegagalan pelapisan. Dari dokumentasi video dan gambar itu teknisi bisa menghitung durasi waktu rusaknya coating dan menentukan toleransi standar yang diterima. Untuk informasi lebih jelas silahkan hubungi: [email protected]

error: Alert: Content is protected!