Menampilkan 1–30 dari 831 hasil

Cobalah bayangkan dunia tanpa alat ukur, tentu dunia menjadi tak teratur! Manusia di zaman kuno menggunakan ukuran dan perbandingan komponen tubuh penguasa mereka untuk mengukur berbagai hal.

Orang Mesir mengukur dengan satuan ukur “Cubit” yaitu jarak dari siku tangan ke ujung jari pemimpinnya Fir’aun untuk merancang piramida, tata kota dan bahkan merancang dam penampung air. Satuan yang mirip juga diyakini jauh sebelumnya digunakan Nabi Nuh (AS) saat membangun Bahtera dalam satuan ukur yang kita kenal dengan “Hasta”. Bangsa India dan Cina juga mengukur jarak dari ujung ibu jari ke ujung jari telunjuk yang kita kenal dengan istilah “jengkal” dan bahkan membuat alat ukur sejenis kaliper dan mistar jangka protractor untuk melihat pergerakan bintang hingga mampu membuat peta navigasi dagang maupun kalender siklus iklim dan musim agar bisa berlayar ke Nusantara dan ke Madagascar.

SATUAN UKUR INTERNASIONAL

Satuan ukur jarak/dimensi didunia terbagi menjadi 2, yaitu; Metric dan Imperial. Hampir 98% negara didunia menggunakan metric tapi negara Amerika Serikat masih menggunakan satuan warisan kolonial inggris yaitu Imperial atau Inch. Karena Amerika Serikat merupakan poros utama teknologi informasi, teknologi eksplorasi Minyak bumi, Gas, Industri berat dan Pertambangan, satuan ukur Inch masih dipakai dalam bidang kerja pembuatan perkakas dan pabrikasi dibidang tersebut, terutama dalam pengukuran pipa dan ulir sekrup fastener.

INCH/IMPERIAL ITU APA?

Diyakini sistem imperial ini diambil dari ukuran penggaris kayu abad ke-12 yang berasal dari jarak antara hidung Raja Henry I ke ibu jari jempolnya yang terulur rentang. Sistem itu sebelumnya juga berasal dari pengukuran yang digunakan oleh Kaisar bangsa Romawi Kuno yang disebut “Uncia”, satuan dasar yang menjadi Inch modern, “Pes”, yang terdiri dari 12 unciae dan menjadi “feet” modern, dan Mille yang menjadi dasar “mile” modern. Lebih aneh lagi bangsa Anglo-Saxon yaitu nenek moyang suku asli Inggris yang mengukur sepatu dengan panjang bulir gandum barley yang hampir seukuran dengan satu butir beras.

Pengukuran jarak juga ditentukan dengan menggunakan panjang telapak kaki rata-rata Perwira Romawi. Unit-unit ini harus diubah sedikit untuk dimasukkan ke dalam Sistem Kekaisaran, tetapi basis 12 unit masih tetap ada sampai sekarang. Itulah kenapa sistem imperial ini bentuknya satuan pecahan yang sulit digunakan dan dibutuhkan penggaris solid yang mudah dibawa menjadi acuan diseluruh wilayah negeri jajahan bangsa Roma.

Satuan ukur Imperial atau skala ukur Kekaisaran Inggris (juga dikenal sebagai Kerajaan Inggris) pertama kali didefinisikan dalam British Weights and Measures Act of 1824 yang aktif dipaksa wajib bagi seluruh penjuru dunia yang menjadi koloni dan yang ingin berdagang dengan Inggris.

Satuan ukur “suka-suka” seperti ini tentu menimbulkan selisih dimensi ukur jika dipaksakan konversi persamaan secara manual ke Metric. Jika bendanya toleransi rendah seperti batako atau pelat pada bagian kapal tanker atau batas patok tanah mungkin tidak terlalu berpengaruh, tapi jika bendanya berukuran besar tapi membutuhkan akurasi tinggi seperti roket antariksa atau komponen mesin pesawat atau komponen kritikal seperti jarum suntik maka selisih ukur ini akan jadi besar jumlahnya, dan akan timbul kegagalan operasional. Kekacauan ukur dalam ilmu konstruksi dan perdagangan internasional pun bisa terjadi. Itulah sebabnya alat ukur moderen elektronik sudah memiliki prosesor konversi Imperial dan Metric agar bisa digunakan lebih fleksibel.

METRIC ITU APA?

Awalnya, negara Perancis meresmikan sistem ukur metrik dalam hukum dagang Prancis pada tahun 7 April 1795. Satuan Metric awalnya berasal dari pengujian dan kolaborasi ilmuwan Perancis dan Swiss. Metric didefinisikan sebagai sepersepuluh juta jarak antara Kutub Utara dan Khatulistiwa melalui Paris, dengan nilai konstanta itu rumus turunan dirancang agar bisa linear ke satuan berat, massa, dimensi dan volume.

Indonesia merupakan salah satu negara Asia yang pertama menerapkan Metric ini, sistem ukur yang juga diakui sama dan konstan diseluruh penjuru dunia. Sistem metrik yang terkalibrasi membuat produk buatan Indonesia bisa digunakan dan dipercaya oleh masyarakat seluruh dunia.

Saat ini Indonesia hanya mengakui dan menerapkan secara resmi satuan ukur dimensi METRIK yang disahkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Terapan ilmu ukur METROLOGI dalam perekonomian nasional Indonesia juga diawasi oleh Direktorat Metrologi Kementrian perdagangan dalam Sistem Pelayanan Perizinan Kemetrologian merupakan aplikasi pelayanan perizinan Alat – Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP), sedangkan pendaftaran sertifikasi badan dalam pengawasan Komite Akreditasi Nasional (KAN). 

METROLOGY ITU APA?

Metrology merupakan ilmu pengukuran metrologi, bisa disimpulkan melalui 3 hal dasar: Definisi unit pengukuran standar internasional, Praktik realisasi unit pengukuran, dan Penerapan rantai keterlacakan (Nilai pengukuran dengan standar referensi).

Tujuh satuan dasar Sistem Satuan Internasional (disebut juga International System of Units dalam bahasa Inggris dan Système international atau SI dalam bahasa Perancis) ini mencakup satuan suhu (Kelvin), waktu (detik), panjang (meter), massa (kilogram), intensitas cahaya (kandela), jumlah zat (mol), dan arus listrik (ampere). CGPM pada 2018 lalu tidak mengubah satuan ukur (satu kilogram saat ini sama dengan satu kilogram sebelum 2018), namun mengubah definisi dari setiap satuan berdasarkan pada konstanta atau angka tetap di alam.

Hari Metrologi Sedunia kemudian ditandai sebagai perayaan tahunan penandatanganan Konvensi Meter pada tanggal 20 Mei 1875 oleh perwakilan dari tujuh belas negara. Konvensi menetapkan kerangka kerja untuk kolaborasi global dalam ilmu pengukuran dan dalam aplikasi industri, komersial, dan sosialnya. Kegiatan pengukuran digunakan dalam berbagai tingkatan oleh tiga sub-bidang dasar Metrologi serta melalui beragam metode dan alat bantu pengukuran atau measuring tools.

Metrologi (ilmu pengukuran) adalah disiplin ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran, kalibrasi dan akurasi di bidang industri, ilmu pengetahuan dan teknologi. Metrologi mencakup tiga hal utama:

  1. Penetapan definisi satuan-satuan ukuran yang diterima secara internasional (misalnya meter)

  2. Perwujudan satuan-satuan ukuran berdasarkan metode ilmiah (misalnya perwujudan nilai meter menggunakan sinar laser)

  3. Penetapan rantai ketertelusuran dengan menentukan dan merekam nilai dan akurasi suatu pengukuran dan menyebarluaskan pengetahuan itu (misalnya hubungan antara nilai ukur suatu mikrometer ulir di bengkel dan standar panjang di laboratorium standar)

Metrologi dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama dengan tingkat kerumitan dan akurasi yang berbeda-beda:

  • Metrologi Ilmiah: berhubungan dengan pengaturan dan pengembangan standar-standar pengukuran dan pemeliharaannya.

  • Metrologi Industri: bertujuan untuk memastikan bahwa sistem pengukuran dan alat-alat ukur di industri berfungsi dengan akurasi yang memadai, baik dalam proses persiapan, produksi, maupun pengujiannya.

  • Metrologi Legal: berkaitan dengan pengukuran yang berdampak pada transaksi ekonomi, kesehatan, dan keselamatan.

BIDANG ILMU METROLOGI

Metrologi Ilmiah dibagi oleh BIPM (Bereau International des Poids et Measures), Biro Internasional Timbangan dan Takaran menjadi 9 bidang teknis:

  • panjang

  • kelistrikan

  • massa dan besaran terkait

  • waktu dan frekuensi

  • suhu

  • radiasi pengion dan radioaktivitas

  • fotometri dan radiometri

  • akustik

  • jumlah zat

Pencatatan data pengukuran dan ketelusuran maupun pelacakan nilai asal kalibrasi alat ukur diperlukan untuk memastikan kepercayaan dalam pengukuran. Pengakuan kompetensi metrologi dalam industri dapat dicapai melalui perjanjian saling pengakuan, akreditasi, atau peer review. Metrologi industri juga membutuhkan metode pengolahan data serta aksesoris transfer datanya.

HARGA ALAT UKUR METRIK BERAPA?

Metalextra menjual beragam alat ukur Gauge beserta jig aksesorisnya untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam standar ISO Metrik maupun standar Jerman DIN, Jepang JIS dan Amerika Serikat ANSI.

Jika Anda merasa sulit untuk mencari alat kerja industri yang lebih efektif, jangan ragu untuk mencari bantuan dari spesialis yang dapat membantu Anda memilih yang akan memberi Anda manfaat maksimal. Hubungi kami melalui chat online yang ada di pojok kanan bawah website ini atau melalui email : [email protected]

error: Alert: Content is protected!