Menampilkan hasil tunggal

Pengujian korosi merupakan salah satu bagian terpenting dari proses pemilihan material selama fase perancangan struktur dan pabrikasi peralatan proses dan aplikasi standar sertifikasi produk secara komersial. Pengujian ini mensimulasikan kondisi paparan lingkungan penggunaan alat / benda kerja dan tantangan atmosfer yang diharapkan dengan cara meniru aktivitas korosi potensial.

CORROSION TESTER FUNGSI NYA APA SAJA?

Pengujian korosi sangat penting untuk memahami bagaimana kinerja material dalam kondisi servis yang disimulasikan dan dapat membantu memastikan bahwa material tersebut akan mencapai umur desain yang diproyeksikan.

Pengujian korosi dicari di berbagai industri untuk berbagai aplikasi, mulai dari tindakan pencegahan seperti input ke dalam proses desain teknik ujung depan, hingga menanggapi perubahan dalam lingkungan layanan, persyaratan untuk penghematan biaya dan efisiensi, atau untuk memenuhi syarat dan pilih bahan dan bahan kimia untuk servis.

Pemilihan bahan material yang dirancang dengan baik dan program pengujian korosi merupakan kunci sukses untuk memastikan kesesuaian benda kerja hasl pabrikasi untuk lingkungan layanan yang dimaksudkan.

Korosi dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada material, peralatan, aset, dan saluran pipa. Kerugian ini tidak hanya mahal untuk diperbaiki dalam hal moneter, tetapi kegagalan peralatan berikutnya dapat mengakibatkan waktu henti produksi, risiko kesehatan dan keselamatan, serta kerusakan reputasi. Penguji semprotan garam atau uji kabut garam atau SST adalah metode uji korosi standar dan populer, digunakan untuk memeriksa ketahanan korosi bahan dan pelapis permukaan yang diuji) dan diakhiri dengan pelapis permukaan yang dimaksudkan untuk memberikan tingkat perlindungan korosi pada logam yang mendasari.

Uji semprot garam merupakan salah satu uji korosi yang paling luas dan populer dilakukan. Standar Amerika Serikat ASTM B117 merupakan standar semprotan garam pertama yang diakui secara internasional, awalnya diterbitkan pada tahun 1939. Standar relevan penting lainnya adalah ISO9227, JIS Z 2371 dan ASTM G85.

UJI KOROSI DIGUNAKAN INDUSTRI APA SAJA?

Pengujian Korosi Siklikal atau Cyclic Corrosion Testing (CCT) telah berkembang sebagai cara untuk mempercepat kegagalan korosi di dunia nyata, di bawah kondisi yang dikendalikan laboratorium. Dengan melakukan ini, produsen dan pabrikasi dapat memprediksi lebih akurat tentang masa pakai ekonomis dari produk mereka.

Pengujian Korosi Siklikal biasanya dikenal dengan uji semprot garam atau Salt Spray Testing. Satu-satunya tujuan uji semprotan garam adalah untuk membandingkan hasil dengan pengalaman sebelumnya dalam melakukan audit kualitas. Jadi, misalnya, uji semprot dapat digunakan untuk ‘mengawasi’ proses produksi dan memperingatkan kemungkinan masalah atau cacat manufaktur , yang mungkin mempengaruhi ketahanan korosi.

Untuk menciptakan kembali lingkungan yang berbeda ini dalam ruang lingkungan memerlukan prosedur pengujian yang jauh lebih fleksibel daripada yang tersedia di ruang semprotan garam standar.

Umumnya uji korosi dilakukan untuk produk yang terpapar angin laut atau produk outdoor. Namun seiring dengan persaingan dunia otomotif dan tekanan konsumen yang semakin meningkat untuk meningkatkan ketahanan korosi kendaraan dan beberapa industri komponen otomotif mulai menyadari perlunya jenis uji korosi yang berbeda.

Tes semacam itu perlu mensimulasikan jenis kondisi yang mungkin dihadapi kendaraan secara alami, tetapi menciptakan kembali dan mempercepat kondisi ini, dengan pengulangan yang baik, dalam kenyamanan laboratorium. Teknik uji korosi seperti Cyclic Corrosion Testing (CCT) memang efektif untuk mengevaluasi berbagai jenis korosi, termasuk korosi galvanik dan korosi celah.

Pengujian korosi dapat diterapkan di semua industri dan mulai dari pengujian rutin jangka pendek dengan penyelesaian cepat hingga proyek pesanan jangka panjang. Ada beragam asal uji untuk mensimulasikan lingkungan produksi yang menantang dan mengevaluasi kinerja material di dalamnya.

Peralatan umum uji korosi meliputi: bejana bertekanan tinggi, autoklaf dinamis, dan loop aliran. Rangkaian teknik analisis yang biasa digunakan meliputi pemantauan kalibrasi tingkat lanjut, profilometri laser 3D, dan pemindaian mikroskop elektron.

Uji korosi bisa juga dikategorikan sebagai uji lanjutan dari ketahanan air. Pengujian Cyclic Corrosion Testing (CCT) dapat dengan mudah mengetahui gambaran sifat mekanik suatu material dalam jangka waktu paparan maupun untuk keperluan memperkirakan umur ekonomis suatu material sebelum rusak karena faktor lingkungan. Meskipun pengukuran hanya dilakukan pada satu titik atau daerah tertentu. Nilai uji yang ditampilkannya cukup valid untuk menyatakan daya tahan suatu jenis material terhadap korosi. Dengan demikian, material dapat dengan mudah digolongkan sesuai standar industri yang anda butuhkan.

CORROSION TESTER HARGANYA BERAPA?

Dengan tim multi-disiplin kami, kami dapat merancang solusi unik untuk memecahkan masalah yang terkait dengan lingkungan korosif yang kompleks atau ekstrem. Metalextra menjual beragam alat uji material dan tester korosi beserta jig aksesorisnya untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam standar ISO Metrik maupun standar Jerman DIN, Jepang JIS dan Amerika Serikat ANSI.

Jika Anda merasa sulit untuk mencari alat kerja industri yang lebih efektif, jangan ragu untuk mencari bantuan dari tim spesialis kami melalui chat online yang ada di pojok kanan bawah website ini atau melalui email : [email protected]

error: Alert: Content is protected!