Bau busuk dari cairan pendingin mesin frais & bubut apa sebabnya?

Cairan pendingin untuk permesinan atau Coolant untuk frais maupun bubut memang terbukti membantu kinerja pemotongan. Cairan Coolant ini juga membantu evakuasi dan membersihkan serpihan dari benda kerja yang sedang dipotong. Akan tetapi seiring waktu dan metode penggunaan, cairan pendingin itu menjadi “basi” dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Dalam artikel ini kita akan bahas penyebab kenapa cairan Coolant untuk pemotong teknik berbau busuk. 

1. SIRKULASI COOLANT UNTUK BUBUT & FRAIS KURANG TEPAT

Sebagian besar masinis atau teknisi akan senang proses kerja dengan cairan pemotongan berkualitas tinggi yang baru saja dipakai. Namun jika tidak dirawat atau dibersihkan, lama kelamaan cairan cutting atau coolant yang tergolong “baru” juga bisa menimbulkan bau busuk. Bau busuk ini bisa terjadi karena pengaruh bakteri maupun karena sirkulasi coolant dan media penampungnya yang tak bagus. 

Cairan coolant, perangkat sirkulasi dan pembuangannya memang diperlukan untuk semua jenis pemotongan industri. Selain mampu menghasilkan permukaan potong yang lebih bersih, cairan coolant juga dapat membantu ketahanan korosi pada material dan pada akhirnya memperpanjang masa pakai pisau potong frais, bor dan consumable habis pakai lainnya. Akan tetapi seringkali kebocoran pada selang, pompa dan seal yang getas menyebabkan genangan air coolant dibengkel. Genangan cairan coolant itu diperparah dengan sirkulasi udara dan udara panas yang dihasilkan oleh mesin serta bau minyak gemuk yang terbakar. Tentu saja hal tersebut bisa dihindari dengan perencanaan ruang kerja yang tepat dan perawatan yang rutin.

Tangki pendingin mesin standar bawaan pabrikan mungkin tidak sesuai dengan lingkungan kerja anda, maka ada baiknya untuk menambah aksesoris pendinginan bermagnet agar Cairan coolant bisa bebas digunakan untuk sistem pendingin mesin secara kabut atau mist CNC.

2. JENIS COOLANT KURANG SESUAI DENGAN LINGKUNGAN BENGKEL MESIN

Dipasaran ada 3 tipe umum Coolant yang bisa dibeli, yaitu; tipe Coolant berbasiskan Oli dari minyak bumi yang tak larut dengan air, tipe Coolant Sintetik berbasiskan kombinasi kimia deterjen dengan logam berat yang larut denga air, dan tipe Coolant minyak nabati dari tumbuhan berminyak seperti kayu konifer yang juga larut dengan air. Yang membedakan dari ketiga tipe Coolant ini tentu dari penggunaan mesin, titik didih, Tingkat PH keasaman, dan Tingkat keamanan racun atau Lethal Dose yang menentukan standar manajemen limbah.

Meskipun bengkel bubut anda sudah menerapkan praktik manajemen pendingin yang baik, masalah bau pasti selalu muncul. Hal ini bisa disebabkan karena penggunaan cairan Coolant yang tak sesuai dengan lingkungan kerja anda dan juga tak cocok dengan perangkat anda. Umumnya ketika bau pendingin menjadi masalah hampir setiap hari, perusahaan meningkatkan konsentrasinya. Kebiasaan ini sebenarnya kurang tepat. Bau tersebut menjadi sangat parah ketika kelembapan ruangan lkerja meningkat sehingga staf harus terus-menerus membuang cairan pendingin, terkadang setiap minggu. Jika lingkungan kerja anda ventilasinya kurang baik karena ruang cleanroom tertutup, ada baiknya anda mempertimbangkan pengunaan cairan coolant yang berbasiskan minyak nabati alami. 

Minyak emulsi dari TRUSCO buatan Jepang ini cocok untuk iklim tropis dan lembab karena mengandung ekstrak sulingan pohon jenis konifera alami dengan efek parfum sekaligus dengan titik didih yang tinggi.

3. PERIKSA KEKENTALAN COOLANT SESUAI DENGAN APLIKASI MESIN

Saat operasional mesin gergaji, grinding, bor, frais maupun bubut, cairan coolant diperlukan agar hasil potong memiliki kualitas permukaan yang bagus. Material logam seperti besi karbon saat dipotong dengan kecepatan tinggi memang mudah terlempar, namun material lunak seperti Aluminium maupun logam besi alloy bisa sangat lengket dan akan cenderung menempel ke pisau bubut atau pisau frais. Pendingin coolant akan membuat benda menjadi licin sehingga serpihan material yang dipotong tidak menempel dan bisa terbuang. 

Cairan coolant digunakan selama proses pemesinan tidak hanya untuk memberikan pendinginan tetapi juga pelumasan. Misalnya, mesin frais penggilingan CNC 3 sumbu akan memberikan data terperinci tidak hanya tentang jenis cairan pendingin yang dibutuhkan, tetapi juga tingkat konsentrasi cairan pendingin. Perhatikan proporsi yang mereka nyatakan dan hanya gunakan air deionisasi saat mencampur larutan pendingin, karena air deionisasi umumnya tidak korosif pada logam seperti aluminium dan baja. Oleh karena itu anda perlu menggunakan alat ukur kekentalan cairan agar bisa memastikan komposisi konsentrat yang tepat dan konsisten. Umumnya di kisaran 10-14% yang agak tebal cocok untuk material yang keras seperti opearasi milling dan bubut, jika butuh yang lebih kental misalnya untuk metode grinding, mungkin sekitar 8-10% saja.

Penggunaan Refraktometer digital akan mempermudah perkiraan kekentalan coolant disetiap siklus penggantian coolant.

4. PISAHKAN CAIRAN LIMBAH COOLANT BEKAS DARI LINGKUNGAN KERJA  OPERATOR

Cairan coolant pendingin sering menjadi masalah bagi banyak manufaktur teknik dan bengkel bubut, bahkan di lingkungan kerja yang punya ventilasi AC dan lebih dingin. Untuk perusahaan yang lokasi kerjanya di iklim tropis yang hangat dan lembab, masalah dengan masa pakai cairan coolant, bau pendingin, dermatitis, dan karat bisa sangat sulit untuk diatasi. Di Indonesia memang belum ada paksaan wajib dalam menerapkan standar keselamatan lingkungan kerja bengkel dari cairan kimia, akan tetapi bagi operator yang kerja lebih dari 8 jam dilingkungan yang sama tentu bau tersebut mengganggu konsetrasi kerja.

Kontak dengan cairan pendingin juga merupakan risiko sehari-hari yang dapat terjadi dalam beberapa cara. Yang paling jelas adalah dengan sentuhan saat menangani benda kerja, mengganti alat atau menguras cairan itu sendiri. Pendingin juga dapat dengan mudah terciprat ke operator selama proses pemesinan, membuat pemeliharaan selungkup dan penggunaan alat pelindung diri seperti pelindung wajah, baju terusan, dan pelindung tangan sangat penting untuk menjaga kontak kulit seminimal mungkin. Luka terbuka dan kulit rusak dapat menimbulkan risiko, serta kebersihan tangan yang buruk atau makan, minum, dan merokok saat bekerja.

Umumnya sama seperti bahan konsentrat kimia lain, penghirupan merupakan bentuk lain dari risiko paparan yang harus diwaspadai dilingkungan kerja bengkel bubut dan frais mesin. Proses pemesinan dapat melibatkan energi dan panas tingkat tinggi, dengan mudah mengubah cairan pendingin menjadi uap dan kabut yang mungkin terhirup. Ada pentingnya penggunaan alat pelindung tangan dan keberadaan wastafel cuci yang mengalir khusus untuk ruangan kerja bubut.

5. COOLANT BARU TIDAK BOLEH DICAMPUR DENGAN BEKAS!

Lingkungan kerja Indonesia yang tropis memang sangat rentan dengan pertumbuhan jamur dan bakteri yang membuat warnapun menjadi coklat, atau bahkan kehijauan!. Sama seperti tempe, tahu dan roti, fermentasi dan pertumbuhan mikrobiotik juga bisa tumbuh digenangan cairan coolant di mesin atau bahkan didalam drum Coolant tempat anda biasa simpan. Walaupun tidak nampak seperti jentik nyamuk, tapi gumpalan buih dari serpihan material tersebut akan muncul sebagai indikasi pertumbuhan biota tersebut. 

Penggunaan pompa dan filter dengan debit cairan coolant yang sesuai untuk membawa cairan pemotongan lama kembali ke reservoir untuk memang perlu diperhatikan. Bila memungkinkan anda perlu memodifkasi mesin kerja yang sudah ada dengan tambahan perkakas sirkulasi coolant yang lebih cocok. Cairan pendingin memang secara fungsional perlu dicampur. Konsentrat coolant yang sudah dipadukan kemudian digunakan dalam proses penggilingan untuk mengurangi gesekan antara pahat dan penghilangan serpihan material. Seperti cutting tool yang sifatnya consumable, perawatan juga harus dilakukan untuk memastikan cairan pengerjaan logam melakukan fungsi vital yang diperlukan untuk memastikan pekerjaan dilakukan secara optimal dan aman.

6. MANAJEMEN LIMBAH CAIRAN COOLANT KURANG TELITI

Tentu saja penyimpanan coolant tipe water soluble atau larut dalam air harus dibedakan dengan tipe minyak yang tak larut. Bekerja dengan cairan pendingin secara benar dapat mengurangi risiko berkembangnya berbagai masalah kesehatan. Yang paling umum adalah iritasi kulit dan infeksi bakteri seperti dermatitis. Kondisi pernapasan seperti bronkitis dan asma juga merupakan peningkatan risiko bagi mereka yang menghirup uap dan kabut. Mengingat pentingnya penggunaan cairan pendingin dibengkel dan risiko terhadap kesehatan saat bekerja, berikut ini merupakan hal yang anda perlu perhatikan;

  1. Gunakan air dengan kandungan PPM yang rendah sebelum mencampur dengan konsentrat coolant. Anda bisa mendapatkan air PPM rendah dengan menggunakan filter air dari keran air langganan atau memiliki bak pengendapan agar konsentrat zat aditif itu mengendap dan anda gunakan air dipermukaannya untuk pencampuran. 

  2. Selalu berhati-hati untuk meminimalkan risiko yang terkait dengan paparan, sangat penting untuk memastikan bahwa pendingin itu sendiri dirawat dan diberi perhatian yang sama seperti yang kita berikan kepada diri kita sendiri dan mesin yang kita andalkan.

  3. Pastikan peralatan yang sudah Anda miliki ada di tempatnya selama pengoperasian. Penyimpanan harus dilakukan dengan benar dan jangan mencampur cairan coolant dengan air bila tidak digunakan.

  4. Pelindung percikan, selungkup, dan ventilasi yang tersedia semuanya harus digunakan dan peralatan yang rusak atau sudah aus juga harus segera dicatat dan diganti.

  5. Gunakan alat pelindung diri seperti googles kacamata safety dan sarung tangan karet saat ingin mencampur cairan coolant maupun saat ingin menguras dan membersihkan filter pompa sirkulasi.

  6. Pastikan lingkungan lantai kerja selalu kering, anda bisa gunakan palet kayu ataupun ambal karpet karet sebagai injakan disekeliling mesin bubut.

  7. Ikuti praktik kerja yang baik dan kendalikan laju pengiriman cairan pendingin dengan hati-hati, sekali lagi laporkan masalah apa pun seperti kontaminan.

  8. Yang terpenting, lakukan pemeriksaan rutin dan berkala terhadap kondisi cairan pendingin Anda dengan uji celup untuk memantau bakteri dan kadar PH. Anda bisa menggunakan alat ukur Refractometer untuk mengecek kekentalan coolant dan PH meter untuk mengecek kebersihan air coolant bekas. Rutinitas ini sangat penting selama bulan-bulan musim panas maupun musim hujan yang lebih lembab.

  9. Perawatan mesin merupakan pencegahan dan pemantauan agar tenaga kerja Anda lebih aman dan mesin Anda dalam kondisi kerja yang prima. Oleh karena itu, secara periodik perlu dibuat catatan data setelah setiap tes. Pencatatan ini dapat menjadi bagian penting dari uji tuntas organisasi Anda dan mencegah klaim yang mahal dan merusak untuk penyakit atau cedera. Rutinitas ini juga memberi Anda tanda peringatan dini yang penting tentang masalah.

KESIMPULAN

Bagi manufaktur yang menggunakan bengkel frais dengan beberapa lusin peralatan mesin, mungkin perlu mempertimbangkan sistem pengelolaan cairan coolant untuk pemotongan terpusat. Dalam tahap improvement atau mengembangkan usaha atau ingin meningkatkan kapasistas produksi, sebaiknya perlu juga mempertimbangkan budget untuk penggunaan pompa dan filter dengan debit cairan coolant yang sesuai, mengganti jenis konsentrat coolant yang lebih murah dilakukan dan bisa saja lebih sesuai. Anda perlu memodifkasi mesin kerja yang sudah ada dengan tambahan perkakas sirkulasi coolant yang lebih cocok. 

Jika Anda butuh bantuan dan saran tentang masalah mesin dan cairan pendingin, silahkan hubungi kami melalui melalui email : [email protected]

Semoga bermanfaat. Wassalam!


Sumber: Tim Kreatif Metalextra.com, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

Awalnya dipublikasikan pada13 Desember 2021 @ 11:38 AM

error: Alert: Content is protected!
%d blogger menyukai ini: